Teknik sulam adalah seni membuat hiasan motif dengan teknik menjahit. Memadukan dekorasi sulaman pada kain dengan alat bantuannya jarum dan benang. Teknik sulam memiliki sejarah yang berbeda-beda. Tidak diketahui persis dimana dan kapan pertama kali ditemukan.
Sejarah
mencatat, hasil teknik sulam ditemukan dimana-mana. Mulai dari zaman Mesir kuno, Yunani kuno, era
keemasan kerajaan Byzantium, daratan
India, dan di negeri penduduk berkulit kuning, Cina. Pusara dari zaman Mesir
kuno memberikan informasi bahwa teknik sulam sudah ada pada zaman itu. Pada
pusara tersebut terdapat lukisan yang memberi informasi bahwa hiasan sulam
telah digunakan pada busana, pelapis tempat duduk, dan tenda. Dipercaya pula, kerajaan
Di Asia sendiri, teknik sulam diklaim sudah ada sejak Dinasti Tang (618-907 sesudah Masehi). Hiasan sulam mencapai puncaknya saat kerajaan Dinasti Cing. Kala itu, busana kebesaran para pejabat kerajaan yang terbuat dari sutera telah dihias oleh hiasan sulam. Hal ini berlangsung terus dari tahun 1644 hingga 1912. Jadi, hiasan teknik sulam di atas kain sutera dipercaya pertama kali ditemukan di Cina. Selain Cina, India juga punya kisah sendiri. Di negeri Mahabarata ini, teknik sulam merupakan salah satu kerajinan kuno. Karena telah sedemikian lama dikenal, hasil produk sulaman India tercatat sebagai salah satu yang berpengaruh sampai ke negeri-negeri di benua Eropa pada abad ke 17 dan ke 18. Hasil produk sulam India merupakan komoditi perdagangan yang sangat menguntungkan para pedagang dari daratan Eropa. Disamping produk sulam Cina tentunya. Karena pengaruh tersebut, pada cara ini, negeri Belanda ikut meramaikan kancah teknik sulam dengan memproduksi sulam di atas kain sutera.
Sejak pertama kali ditemukan, motif bunga adalah motif yang tidak pernah putus dibuat. Motifnya terus berkembang di masing-masing daerah. Ada juga yang membuatnya sesuai dengan ciri khas daerahnya.
Kini di abad 21,
hiasan bordir seperti tak pernah kehilangan pesonanya. Teknik sulam ini telah
menjadi salah satu komoditi terbesar yang menjadi andalan industri berbagai
skala.
MENGENAL CIRI-CIRI HIASAN BUSANA
Hiasan busana
merupakan penentu nilai artistik sebuah karya seni busana. Menghias busana
adalah teknik memberi hiasan pada kain/busana secara dekoratif dengan
menggunakan macam-macam hiasan, sehingga terlihat indah dan bermutu tinggi.
Dari bermacam-macam jenis hiasan tidak semua dapat diterapkan dalam menghias
busana, karena setiap hiasan memiliki arti dan fungsi yang berbeda.
Untuk itu perlu
diperhatikan ciri-ciri hiasan busana
yang dilihat dari beberapa segi yaitu sebagai berikut.
1.
Kegunaan/penerapan
hiasan
2.
Tempat
peletakan hiasan
3. Desain hiasan yang digunakan.
Teknik sulam
tangan masih dipercaya sebagai yang paling kaya teknik menjahitnya. Keluwesan
dan kebebasan ruang gerak tangan adalah kunci betapa mahalnya karya sulam
tangan. Tidak ada lagi yang dapat dibahas mengenai teknik sulam ini. Karena
memang teknik sulam sedemikian sederhana. Kehandalan seorang penyulam dapat diperoleh
setelah melalui proses ketentuan dan ketelitian yang luar biasa. Hal ini
dapat memakan waktu bertahun-tahun tergantung bakat dan kemauan. Ketentuan,
konsentrasi, kesabaran dan pengalaman adalah kuncinya.
Jenis sulaman busana memiliki ciri-ciri yang berbeda, sesuai dengan teknik yang digunakan, begitu juga hiasan dengan teknik sulaman fantasi. Menyulam dengan teknik sulaman fantasi sangat sederhana dan mudah dipelajari, tetapi membutuhkan waktu. Menyulam ini identik dengan kerja seni, sehingga dibutuhkan ekstra konsentrasi, kesabaran, niat dan minat yang kuat dari seorang penyulam. Diperlukan praktek dan latihan yang terus menerus, terutama bagi yang memiliki bakat seni.
Desain motif hiasan merupakan penentu nilai artistik sebuah karya seni sulaman fantasi. Dengan desain motif karya seni sulaman fantasi akan mudah dikerjakan. Tata letak dan susunan benang yang serasi juga ditentukan oleh desain motif. Dengan kata lain keindahan sulaman fantasi tidak lepas dari andil desain motif. Oleh karena itu sulaman fantasi dituntut untuk aktual, orisinil dan inovatif.
Menyulam dengan teknik sulaman fantasi merupakan bagian dari ragam hias. Kegunaannya untuk mempercantik berbagai busana seperti blus, rok, gamis,tunik, blazer, busana pengantin, gaun pesta, busana santai dan kelengkapan lain.
Sentuhan sulaman
fantasi ini mempunyai nilai tambah serta daya tarik tersendiri supaya busana
tersebut indah dipandang mata. Dengan perkembangan kemajuan dan maraknya dunia
mode, serta didukung oleh sarana prasarana yang lebih baik dengan kreativitas
yang relatif tinggi, sulaman fantasi bukan saja untuk berbagai busana, tetapi
juga untuk perlengkapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar