Selasa, 17 Mei 2022

Lenan rumah tangga adalah kain - kain yang diperlukan untuk melengkapi perabot rumah tangga.  Lenan rumah tangga ada  bermacam - macam, berdasarkan ruangan dan fungsinya.

1. Berdasarkan ruangannya lenan rumah tangga dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Ruang Tamu : Lenan yang ada di ruang tamu adalah lenan meja tamu,  dan  sarung bantal kursi.
  2. Ruang keluarga : Lenan yang ada di ruang keluarga adalah sarung bantal kursi, tutup TV, taplak meja panjang, dan penutup sandaran kursi.
  3. Ruang tidur : Lenan yang ada di ruang tidur adalah alas tidur, sarung bantal tidur, sarung guling, bad caver.
  4. Ruang mandi : Lenan yang ada di ruang mandi adalah handuk mandi, saku penyeka, handuk tangan.
  5. Ruang makan : Lenan  yang  ada  di ruang makan adalah lenan meja yang terdiri atas taplak meja makan, serbet makan, serbet alas makan (table mats),  alas meja, tutup aqua.
  6. Ruang Dapur : Lenan yang ada di ruang dapur adalah lap kerja yang terdiri dari kain:

  • Pengering untuk gelas, panci, piring, sendok, garpu, pisau.
  • Cempal untuk alas pengangkat panci, wajan waktu panas.
  • Celemek baju untuk kerja di dapur.


2. Pengelompokan lenan menurut fungsinya sebagai berikut. 

a. Kain kerja:

  1. Kain  pembersih mebel.
  2. Kain  pembersih lantai.
  3. Penutup papan seterika

b. Kain pelengkap; 

  1. Tirai jendela.
  2. Tirai pintu.
  3. Tirai rak buku. 
  4. Tirai rak sepatu. 
  5. Tirai rak perabot dapur dan sebagainya.


B. LEMBAR KERJA

1. Alat

  1. Alat tulis (pensil hitam, pensil warna)
  2. Alat ukur (penggaris, pita ukur)
  3. Alat potong (gunting kertas)

2. Bahan

  1. Kertas Roti
  2. HVS
  3. Karbon.

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

  1. Duduklah dengan posisi tegak.
  2. Jarak pandang mata jangan terlalu dekat.
  3. Gunakan gunting kertas dengan benar.

4. Langkah Kerja


Membuat pola Lenan Rumah Tangga adalah sebagai berikut.

A. Penerapan  pola  lenan  ruang  tamu; terdiri dari: taplak meja persegi panjang, sarung bantal kursi, bahan yang dibutuhkan adalah:

1) Sarung bantal 5 buah

    Panjang = 44 x 2 + 2 x kelim (3) = 88 + 6 = 94 cm

    Lebar   = 44 + 2x kampuh = 44 + 2 = 46 cm

2) Taplak panjang

    Panjang = 90 cm + 2 x kelim = 90 + 6 = 96

    Lebar   = 40 + 2 x kelim = 40 + 6 = 46

Cara merencanakan pembuatan pola lenan rumah tangga. 

  1. Hitung ukuran benda.
  2. Hitung kebutuhan 5 buah bantal kursi dan 1 taplak persegi panjang dengan lebar bahan 150 cm.
  3. Rancangan global: Kain  yang  lebar  150  cm, kain yang dibutuhkan 2 x panjangnya = 2 x 96 = 192 cm dibulatkan 2 meter dengan lebar bahan 150 cm.


B. Penerapan pola lenan ruang keluarga, taplak meja panjang, tutup TV, sarung bantal kursi.

1) Taplak meja panjang dapat dibuat sama taplak meja diruang tamu.

2) Tutup TV

  • Bagian depan (layar 20”) : 60 x 40 cm
  • Bagian samping 20 x 40 cm
  • Bagian atas 20 x 60 cm
  • Bagian belakang 5 x 60 cm



3) Bentuk jadi 40 x 40 cm
4) Belakang ada tutup tariknya terletak 10 cm dari tepi kiri dan 30 cm  dari tepi kanan.
5) Bahan yang dibutuhkan un tuk 5 bantal kursi dengan lebar bahan 115 cm. Membutuhkan 2,10 m             (dibulatkan 2,25 m).


C. Lenan ruang tidur, terdiri dari alas tidur, guling dan sarung bantal.

1) Hitung masing -masing benda lalu jumlahkan.
  • Alas tidur x 102
            Panjang = 260 + 2 x kelim (3 cm) = 260 + 6 cm  = 266 cm
            Lebar = 200 + 6 cm  = 206 cm
  • Sarung bantal berlidah
            Panjang = 2 x 65 + 2 x kelim + lidah = 130 + 6 + 20 = 156 cm
            Lebar = 48 + 2 x kelim = 48 + 3 = 51 cm
  • Sarung guling
            Panjang = 86 + 8 + 2 x kelim = 86 + 8 + 2 x ¼ = 94 +2 = 96 cm
            Lebar = 83 + 2 (kelim) = 85 cm

2) Jumlahkan kebutuhan bahan dengan lebar bahan yang dibutuhkan.
    266 cm + 156 cm + 102 cm = 524 cm  525 cm, dan lebar bahan 240 cm.


D. Lenan ruang mandi.
Lenan ruang mandi  terdiri   dari  handuk  mandi,  saku  penekan,  dan handuk tangan.   Hitunglah bahan yang diperlukan untuk masing - masing benda.

  1. Handuk Mandi. Ukurannya bermacam -macam, ada yang berukuran 140 cm x 70  cm, 120 cm x 65 cm, 120 cm x 60 cm.
  2. Saku Penyeka. Bahan kain handuk ukuran saku penyeka panjang 20 cm x 15 cm.
  3. Handuk Tangan. Handuk tangan bentuknya empat persegi panjang dengan ukuran 60 cm x 30 cm.

E. Lenan Ruang Makan
Lenan ruang makan  terdiri dari taplak meja makan  persegi panjang dan 6 buah serbet makan.

1) Hitunglah masing -masing benda
Tabel 1
Rancangan harga Lenan Rumah tangga
         No.    Jumlah kursi    Ukuran Meja    Ukuran taplak
                                    1.             4                 110 x 110 cm            140 x 140 cm
                                    2.                 6                 110 x 150 cm             140 x 180 cm
                                    3.                 8                 110 x 175 cm             140 x 240 cm
                                    4.                 10                 110 x 200 cm     150 x 260 cm
                                    5.                 12                 120 x 250 cm     170 x 300 cm

  • Taplak meja makan
        Panjang = 170 cm + 2 x 4 (kelim) = 170 + 8 = 178 cm.
        Lebar = 140 cm + 2 x 4 = 148
  • Serbet makan ukuran 40 cm
            40 + 2 x 3 = 46 cm, 6 serbet = 276 kalau menggunakan lebar bahan 150 membutuhkan 2 x 46 =             92 cm

2) Jumlahkan semua kebutuhan. 178 + 92 = 270 cm  275 cm


F. Lenan Ruang Dapur
Lenan ruang da pur terdiri dari alat pengering, cempal dan  celemek.  Hitung masing -masing benda.

  1. Dua buah alat pengering berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi  75 x 75 cm lebar bahan 150 cm maka bahan yang dibutuhkan 80 cm.
  2. Cempal  (2  buah) berbentuk  tangan panjang 30 cm, dan lebar 10 cm. Maka bahan 150 cm dengan lebar 35 cm, jadi cempal 3 buah.
  3. Celemek . Lingkar panggul 100, panjang celemek 80 cm maka bahan  yang dibutuhkan adalah 80 cm.

 

              Teknik sulam adalah seni membuat hiasan motif dengan teknik menjahit. Memadukan dekorasi sulaman pada kain dengan alat bantuannya jarum dan benang. Teknik sulam memiliki sejarah yang berbeda-beda. Tidak diketahui persis dimana dan kapan pertama kali ditemukan.

Sejarah mencatat, hasil teknik sulam ditemukan dimana-mana. Mulai   dari zaman Mesir kuno, Yunani kuno, era keemasan kerajaan Byzantium, daratan India, dan di negeri penduduk berkulit kuning, Cina. Pusara dari zaman Mesir kuno memberikan informasi bahwa teknik sulam sudah ada pada zaman itu. Pada pusara tersebut terdapat lukisan yang memberi informasi bahwa hiasan sulam telah digunakan pada busana, pelapis tempat duduk, dan tenda. Dipercaya pula, kerajaan Byzantium juga telah mengenal teknik sulam sejak tahun 330 Masehi. Berbagai hiasan telah dibuat dengan teknik sulam tangan pada busana para pembesar kerajaan. Benang yang digunakan terbuat dari emas yang sangat mewah. Demikian juga dengan bangsa Yunani kuno sekitar abad ke 6-7. Hal ini dibuktikan pada lukisan yang terdapat di vas. Ada pula teknik sulam yang telah dipadukan dengan bahan kain.

 

Di Asia sendiri, teknik sulam diklaim sudah ada sejak Dinasti Tang (618-907 sesudah Masehi). Hiasan sulam mencapai puncaknya saat kerajaan Dinasti Cing. Kala itu, busana kebesaran para pejabat kerajaan yang terbuat dari sutera telah dihias oleh hiasan sulam. Hal ini berlangsung terus dari tahun 1644 hingga 1912. Jadi, hiasan teknik sulam di atas kain sutera dipercaya pertama kali ditemukan di Cina. Selain Cina, India juga punya kisah sendiri. Di negeri Mahabarata ini, teknik sulam merupakan salah satu kerajinan kuno. Karena telah sedemikian lama dikenal, hasil produk sulaman India tercatat sebagai salah satu yang berpengaruh sampai ke negeri-negeri di benua Eropa pada abad ke 17 dan ke 18. Hasil produk sulam India merupakan komoditi perdagangan yang sangat menguntungkan para pedagang dari daratan Eropa. Disamping produk sulam Cina tentunya. Karena pengaruh tersebut, pada cara ini, negeri Belanda ikut meramaikan kancah teknik sulam dengan memproduksi sulam di atas kain sutera.

 

Sejak pertama kali ditemukan, motif bunga adalah motif yang tidak pernah putus dibuat. Motifnya terus berkembang di masing-masing daerah. Ada juga yang membuatnya sesuai dengan ciri khas daerahnya.

Kini di abad 21, hiasan bordir seperti tak pernah kehilangan pesonanya. Teknik sulam ini telah menjadi salah satu komoditi terbesar yang menjadi andalan industri berbagai skala.

 


MENGENAL CIRI-CIRI HIASAN BUSANA

Hiasan busana merupakan penentu nilai artistik sebuah karya seni busana. Menghias busana adalah teknik memberi hiasan pada kain/busana secara dekoratif dengan menggunakan macam-macam hiasan, sehingga terlihat indah dan bermutu tinggi. Dari bermacam-macam jenis hiasan tidak semua dapat diterapkan dalam menghias busana, karena setiap hiasan memiliki arti dan fungsi yang berbeda.

 

Untuk itu perlu diperhatikan ciri-ciri hiasan busana yang dilihat dari beberapa segi yaitu sebagai berikut.

1.    Kegunaan/penerapan hiasan

2.    Tempat peletakan hiasan

3.    Desain hiasan yang digunakan.

Teknik sulam tangan masih dipercaya sebagai yang paling kaya teknik menjahitnya. Keluwesan dan kebebasan ruang gerak tangan adalah kunci betapa mahalnya karya sulam tangan. Tidak ada lagi yang dapat dibahas mengenai teknik sulam ini. Karena memang teknik sulam sedemikian sederhana. Kehandalan seorang penyulam dapat diperoleh setelah melalui proses ketentuan dan ketelitian yang luar biasa. Hal ini dapat memakan waktu bertahun-tahun tergantung bakat dan kemauan. Ketentuan, konsentrasi, kesabaran dan pengalaman adalah kuncinya.

 

Jenis sulaman busana memiliki ciri-ciri yang berbeda, sesuai dengan teknik yang digunakan, begitu juga hiasan dengan teknik sulaman fantasi. Menyulam dengan teknik sulaman fantasi sangat sederhana dan mudah dipelajari, tetapi membutuhkan waktu. Menyulam ini identik dengan kerja seni, sehingga dibutuhkan ekstra konsentrasi, kesabaran, niat dan minat yang kuat dari seorang penyulam. Diperlukan praktek dan latihan yang terus menerus, terutama bagi yang memiliki bakat seni.

Desain motif hiasan merupakan penentu nilai artistik sebuah karya seni sulaman fantasi. Dengan desain motif karya seni sulaman fantasi akan mudah dikerjakan. Tata letak dan susunan benang yang serasi juga ditentukan oleh desain motif. Dengan kata lain keindahan sulaman fantasi tidak lepas dari andil desain motif. Oleh karena itu sulaman fantasi dituntut untuk aktual, orisinil dan inovatif.

Menyulam dengan teknik sulaman fantasi merupakan bagian dari ragam hias. Kegunaannya untuk mempercantik berbagai busana seperti blus, rok, gamis,tunik, blazer, busana pengantin, gaun pesta, busana santai dan kelengkapan lain.

Sentuhan sulaman fantasi ini mempunyai nilai tambah serta daya tarik tersendiri supaya busana tersebut indah dipandang mata. Dengan perkembangan kemajuan dan maraknya dunia mode, serta didukung oleh sarana prasarana yang lebih baik dengan kreativitas yang relatif tinggi, sulaman fantasi bukan saja untuk berbagai busana, tetapi juga untuk perlengkapan. 

 

   

Senin, 16 Mei 2022


Proses kewirausahaan terdiri dari beberapa tahap :


A.    Kesempatan dan Ide

Kewirausahaan dimulai dari adanya kesempatan bisnis yang dengan jeli dapat dilihat oleh wiraswasta. Peluang ini datang dari perubahan-perubahan yang ada dalam lingkungan atau dari kejelian wirausahawan dalam melihat suatu peluang. Bisa saja peluang/kesempatan itu datang disaat wirausahawan masih bekerja pada suatu organisasi.

 

B.     Rencana Bisnis Formal

Formal business plan merupakan dokumen yang disiapkan untuk mendirikan bisnis. Rencana ini biasa dilakukan oleh perusahaan besar dan juga usaha kecil juga semakin terdorong untuk melakukan rencana bisnis karena syarat dari bank atau calon pemberi dana. Rencana ini dapat membantu wirausahawan dalam perencanaan.

 

C.     Halangan untuk Masuk

Banyak halangan yang terjadi sebelum terjun ke dunia usaha. Misalnya, ide yang dimiliki tidak dapat dilaksanakan atau tidak cukup praktis (workable). Mungkin saja masih terikat dengan perusahaan atau organisasi saat ini atau tidak memiliki kemauan untuk berdiri sendiri. Penyebab lain juga karena ilmu pengetahuan yang minim serta jaringan kerja dan informasi kurang mendukung, dan sulit menemukan tenaga kerja yang terampil, tidak memiliki cukup modal, serta halangan buatan seperti peraturan pemerintah atau asosiasi.

D.    Strategi Memasuki Pasar

Wirausahawan bisa memasuki pasar melalui 3 cara :

 

1.      Membangun Perusahaan Baru

Membangun perusahaan baru punya kelebihan dan juga kelemahan. Kelebihannya memulai usaha dari nol membuat semangat kerja masih segar, terbebas dari jaringan kerja yang ada. Kelemahannya perusahaan baru memiliki ketidakpastian yang tinggi, informasi yang belum jelas, waktu yang lama untuk mempersiapkan bisnis, serta sulit memperoleh dana.

 

2.      Membeli Perusahaan yang sudah ada

Cara ini punya kelebiha yang lebih cepat karena dapat memanfaatkan jaringan bisnis yang sudah ada dan mapan, informasi sudah ada sehingga lebih mudah di analisis, dan dapat memperoleh pendanaan yang lebih menguntungkan. Sedangkan kelemahannya antara lain terikat dengan jaringan yang ada (jika jaringan tersebut tidak menguntungkan), kurang ide segar, dan mewarisi masalah yang ada dari perusahaan yang dibeli.

 

3.      Franchise atau Waralaba

Waralaba merupakan perjanjian lisensi antara perusahaan pusat dan dealer yang menjalankan lisensi tersebut. Dalam kontrak bisnis semacam ini, ada dua pihak yang terlibat yaitu franchisor dan franchisee. Franchisor memegang nama/merek tertentu, sedangkan franchisee menjalankan bisnis dengan menggunakan merek/nama tersebut.

 

E.     Bentuk Organisasi

Setelah wiraswasta memasuki pasar, wiraswasta dapat memilih beberapa bentu organisasi, yaitu :

 

a.    Usaha Perorangan

Usaha ini paling sederhana karena tidak banyak memerlukan prosedur formal. Kewajiban yang ditanggung wiraswasta tidak terbatas sampai kekayaan pribadi. Usaha ini juga cukup bebas karena tidak diawasi badan tertentu.

 

b.    Firma atau Partnership

Firma merupakan gabungan beberapa orang yang menjadi partner. Modal usaha ini datang dari para partner, jika ada partner yang hanya memasok modal, tidak andil dalam pengelolaan operasional, partner tersebut dinamakan partner pasif. Kewajiban partner tidak terbatas, yang berarti sampai pada kekayaan pribadi. Usaha ini juga cukup bebas karena tidak diawasi oleh lembaga tertentu.

 

c.      Perseroan

Jenis usaha ini lebih kompleks tetapi memiliki peluang berkembang lebih besar karena memiliki modal yang lebih besar. Modal datang dari para pemegang saham dan kewajiban terbatas hanya sampai modal yang disetorkan. Saham dapat dijual/diperdagangkan di bursa efek untuk yang go-public. Manajemen perseroan diawasi oleh dewan komisaris atau badan sejenisnya yang biasanya mewakili pemegang saham. Investasi pemegang saham dilakukan dengan menyetor modal saham atau membeli saham.

 

F.      Faktor Penentu Keberhasilan

Setelah usaha kecil berjalan, wirausahawan harus berhati-hati terhadap faktor yang dapat mengagalkan usaha. Umur usaha yang lebih muda mempunyai kemungkinan gagal yang lebih tinggi. Kurangnya pengalaman, maupun manajemen yang tidak kompeten merupakan penyebab kegagalan bisnis.

 

G.    Memelihara Semangat Kewirausahaan

Jika usaha semakin besar, ada kecenderungan organisasi menjadi birokratis dan kurang kreatif. Untuk mendorong semangat kewirausahaan, perlu dikembangkan intrapreneurship, merupakan wiraswasta yang bekerja dalam suatu organisasi untuk mengembangkan produk atau jasa tertentu. Dalam hal ini diharapkan bisa melakukan suatu tugas dengan kreatif, yang berbeda dari organisasi lainnya.

 

 

Perkembangan jaman mendorong kita untuk melakukan inovasi. Pertama di mulai dengan revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan ditemukannya mesin untuk industri, kemudian yang kedua yaitu revolusi industri 2.0 ditandai dengan penemuan teknologi listrik untuk industri. Selanjutnya revolusi industri ketiga yang di awali dengan munculnya teknologi informasi dan elektronik yang masuk ke dalam dunia industri yaitu sistem otomatisasi berbasis komputer dan robot. Peralatan industri sudah tidak lagi dikendalikan oleh manusia, namun sudah dikendalikan oleh komputer atau lebih dikenal dengan istilah komputerisasi. Dan yang keempat saatnya memasuki revolusi industri 4.0 yaitu era yang ditandai dengan adanya konektivitas manusia, data, dan mesin dalam bentuk virtual atau dikenal dengan istilah cyber physical. Perkembangan revolusi industri membawa perubahan yang sangat cepat dengan tujuan mulia menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik. Pada era industri 4.0 ini ada pergeseran trend inovasi ke arah teknologi digital. Di era revolusi industri 4.0 memungkinkan otomatisasi di semua bidang untuk mencapai produktivitas yang efektif dan efisien.

 

 



 

Mengenai pandangan ekonomi klasik, Adam Smith berpendapat bahwa apabila perusahaan melakukan devision of labor atau melakukan spesialisasi kerja, maka perusahaan akan lebih efisien. Begitu juga dengan David Ricardo yang berpendapat bahwa dua negara tetap dapat melakukan perdagangan selama masing – masing negara berspesialisasi pada produksi barang – barang yang memiliki keunggulan komparatif atau jasa yang memiliki oppurtunity cost kecil. Oleh karena itu pemikiran ekonomi klasik disebut sebagai sistem ekonomi pasar liberal/kapitalis. Sedangkan pandangan keynes menurut John Maynard Keynes mengungkapkan bahwa ekonomi dipengaruhi oleh pengangguran dan kapasitas yang melampaui batas dan pemerintah seharusnya campur tangan dalam perekonomian. Misalnya, ketika terjadi pengangguran besar – besaran, pemerintah perlu mengambil kebijakan meningkatkan jumlah pengeluaran karena dengan jumlah pengeluaran yang lebih besar, maka pemerintah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat itu berarti meningkatkan daya beli masyarakat sehingga perekonomian akan kembali bergerak.

Untuk perbedaannya yaitu :

Pandangan pemikiran ekonomi klasik menyatakan bahwa pemerintah sebaiknya meminimalkan campur tangannya di dalam perekonomian, dan percaya jika pasar dapat mengatur dirinya sendiri (self regulated). Sedangkan pandangan keynes  menyatakan bahwa pemerintah harus campur tangan di dalam perekonomian, dan tidak percaya jika pasar dapat mengatur dirinya sendiri.

 

Selain itu terdapat 3 metode pendekatan dalam perhitungan PDB yaitu :

  • Perhitungan PDB dengan pendekatan produksi
Perhitungan nilai ekonomi yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi yang terdapat di suatu negara. Perhitungan PDB yang dilakukan per sektor ekonomi
  • Perhitungan PDB dengan pendekatan pendapatan

Pengukuran PDB dengan pendekatan pendapatan dilakukan dengan menjumlahkan seluruh komponen pendapatan yang terdapat dalam perekonomian.

Pendapatan pada dasarnya adalah balas jasa terhadap input/faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Dalam perekonomian, ada 4 kelompok besar faktor produksi, antara lain tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan keahlian/kewirausahaan. Masing – masing mendapat balas jasa berupa upah, bunga atas modal, sewa, dan laba usaha.

Dengan perhitungan rumus sebagai berikut :

PDB = w + r + S + ∏

Dimana, w = upah, r = bunga modal, S = sewa, dan ∏ = laba usaha

  •  Perhitungan PDB dengan pendekatan pengeluaran

Ada 4 kompnen perhitungan PDB dengan pendekatan pengeluaran, yaitu pengeluaran konsumsi (C), pengeluaran investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), dan ekspor bersih (NX).

·   C = Pengeluaran Konsumsi, komponennya: barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga yang tahan lama, tidak tahan lama dan jasa.

·   I = Pengeluaran Investasi, kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan perekonomian dalam menghasilkan otuput di masa depan yaitu peningkatan stok fisik dari modal dan stok non fisik.

·  G = Pengeluaran Pemerintah, tindakan pemerintah dalam membeli barang/jasa, sontoh pembelian peralatan militer, pembangunan jalan.

·   NX = Ekspor bersih, transaksi perdagangan suatu negara dengan negara lainnya. NX ini dapat menggambarkan besarnya permintaan luar negeri terhadap barang yang dihasilkan oleh suatu negara. NX dihitung dengan mengurangkan antara nilai ekspor dengan nilai impor suatu negara.

 

Lenan rumah tangga adalah  kain - kain yang diperlukan untuk melengkapi perabot rumah tangga.  Lenan rumah tangga ada  bermacam - macam, b...