Senin, 16 Mei 2022

Mengenai pandangan ekonomi klasik, Adam Smith berpendapat bahwa apabila perusahaan melakukan devision of labor atau melakukan spesialisasi kerja, maka perusahaan akan lebih efisien. Begitu juga dengan David Ricardo yang berpendapat bahwa dua negara tetap dapat melakukan perdagangan selama masing – masing negara berspesialisasi pada produksi barang – barang yang memiliki keunggulan komparatif atau jasa yang memiliki oppurtunity cost kecil. Oleh karena itu pemikiran ekonomi klasik disebut sebagai sistem ekonomi pasar liberal/kapitalis. Sedangkan pandangan keynes menurut John Maynard Keynes mengungkapkan bahwa ekonomi dipengaruhi oleh pengangguran dan kapasitas yang melampaui batas dan pemerintah seharusnya campur tangan dalam perekonomian. Misalnya, ketika terjadi pengangguran besar – besaran, pemerintah perlu mengambil kebijakan meningkatkan jumlah pengeluaran karena dengan jumlah pengeluaran yang lebih besar, maka pemerintah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat itu berarti meningkatkan daya beli masyarakat sehingga perekonomian akan kembali bergerak.

Untuk perbedaannya yaitu :

Pandangan pemikiran ekonomi klasik menyatakan bahwa pemerintah sebaiknya meminimalkan campur tangannya di dalam perekonomian, dan percaya jika pasar dapat mengatur dirinya sendiri (self regulated). Sedangkan pandangan keynes  menyatakan bahwa pemerintah harus campur tangan di dalam perekonomian, dan tidak percaya jika pasar dapat mengatur dirinya sendiri.

 

Selain itu terdapat 3 metode pendekatan dalam perhitungan PDB yaitu :

  • Perhitungan PDB dengan pendekatan produksi
Perhitungan nilai ekonomi yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi yang terdapat di suatu negara. Perhitungan PDB yang dilakukan per sektor ekonomi
  • Perhitungan PDB dengan pendekatan pendapatan

Pengukuran PDB dengan pendekatan pendapatan dilakukan dengan menjumlahkan seluruh komponen pendapatan yang terdapat dalam perekonomian.

Pendapatan pada dasarnya adalah balas jasa terhadap input/faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Dalam perekonomian, ada 4 kelompok besar faktor produksi, antara lain tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan keahlian/kewirausahaan. Masing – masing mendapat balas jasa berupa upah, bunga atas modal, sewa, dan laba usaha.

Dengan perhitungan rumus sebagai berikut :

PDB = w + r + S + ∏

Dimana, w = upah, r = bunga modal, S = sewa, dan ∏ = laba usaha

  •  Perhitungan PDB dengan pendekatan pengeluaran

Ada 4 kompnen perhitungan PDB dengan pendekatan pengeluaran, yaitu pengeluaran konsumsi (C), pengeluaran investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), dan ekspor bersih (NX).

·   C = Pengeluaran Konsumsi, komponennya: barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga yang tahan lama, tidak tahan lama dan jasa.

·   I = Pengeluaran Investasi, kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan perekonomian dalam menghasilkan otuput di masa depan yaitu peningkatan stok fisik dari modal dan stok non fisik.

·  G = Pengeluaran Pemerintah, tindakan pemerintah dalam membeli barang/jasa, sontoh pembelian peralatan militer, pembangunan jalan.

·   NX = Ekspor bersih, transaksi perdagangan suatu negara dengan negara lainnya. NX ini dapat menggambarkan besarnya permintaan luar negeri terhadap barang yang dihasilkan oleh suatu negara. NX dihitung dengan mengurangkan antara nilai ekspor dengan nilai impor suatu negara.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lenan rumah tangga adalah  kain - kain yang diperlukan untuk melengkapi perabot rumah tangga.  Lenan rumah tangga ada  bermacam - macam, b...