Senin, 16 Mei 2022


Proses kewirausahaan terdiri dari beberapa tahap :


A.    Kesempatan dan Ide

Kewirausahaan dimulai dari adanya kesempatan bisnis yang dengan jeli dapat dilihat oleh wiraswasta. Peluang ini datang dari perubahan-perubahan yang ada dalam lingkungan atau dari kejelian wirausahawan dalam melihat suatu peluang. Bisa saja peluang/kesempatan itu datang disaat wirausahawan masih bekerja pada suatu organisasi.

 

B.     Rencana Bisnis Formal

Formal business plan merupakan dokumen yang disiapkan untuk mendirikan bisnis. Rencana ini biasa dilakukan oleh perusahaan besar dan juga usaha kecil juga semakin terdorong untuk melakukan rencana bisnis karena syarat dari bank atau calon pemberi dana. Rencana ini dapat membantu wirausahawan dalam perencanaan.

 

C.     Halangan untuk Masuk

Banyak halangan yang terjadi sebelum terjun ke dunia usaha. Misalnya, ide yang dimiliki tidak dapat dilaksanakan atau tidak cukup praktis (workable). Mungkin saja masih terikat dengan perusahaan atau organisasi saat ini atau tidak memiliki kemauan untuk berdiri sendiri. Penyebab lain juga karena ilmu pengetahuan yang minim serta jaringan kerja dan informasi kurang mendukung, dan sulit menemukan tenaga kerja yang terampil, tidak memiliki cukup modal, serta halangan buatan seperti peraturan pemerintah atau asosiasi.

D.    Strategi Memasuki Pasar

Wirausahawan bisa memasuki pasar melalui 3 cara :

 

1.      Membangun Perusahaan Baru

Membangun perusahaan baru punya kelebihan dan juga kelemahan. Kelebihannya memulai usaha dari nol membuat semangat kerja masih segar, terbebas dari jaringan kerja yang ada. Kelemahannya perusahaan baru memiliki ketidakpastian yang tinggi, informasi yang belum jelas, waktu yang lama untuk mempersiapkan bisnis, serta sulit memperoleh dana.

 

2.      Membeli Perusahaan yang sudah ada

Cara ini punya kelebiha yang lebih cepat karena dapat memanfaatkan jaringan bisnis yang sudah ada dan mapan, informasi sudah ada sehingga lebih mudah di analisis, dan dapat memperoleh pendanaan yang lebih menguntungkan. Sedangkan kelemahannya antara lain terikat dengan jaringan yang ada (jika jaringan tersebut tidak menguntungkan), kurang ide segar, dan mewarisi masalah yang ada dari perusahaan yang dibeli.

 

3.      Franchise atau Waralaba

Waralaba merupakan perjanjian lisensi antara perusahaan pusat dan dealer yang menjalankan lisensi tersebut. Dalam kontrak bisnis semacam ini, ada dua pihak yang terlibat yaitu franchisor dan franchisee. Franchisor memegang nama/merek tertentu, sedangkan franchisee menjalankan bisnis dengan menggunakan merek/nama tersebut.

 

E.     Bentuk Organisasi

Setelah wiraswasta memasuki pasar, wiraswasta dapat memilih beberapa bentu organisasi, yaitu :

 

a.    Usaha Perorangan

Usaha ini paling sederhana karena tidak banyak memerlukan prosedur formal. Kewajiban yang ditanggung wiraswasta tidak terbatas sampai kekayaan pribadi. Usaha ini juga cukup bebas karena tidak diawasi badan tertentu.

 

b.    Firma atau Partnership

Firma merupakan gabungan beberapa orang yang menjadi partner. Modal usaha ini datang dari para partner, jika ada partner yang hanya memasok modal, tidak andil dalam pengelolaan operasional, partner tersebut dinamakan partner pasif. Kewajiban partner tidak terbatas, yang berarti sampai pada kekayaan pribadi. Usaha ini juga cukup bebas karena tidak diawasi oleh lembaga tertentu.

 

c.      Perseroan

Jenis usaha ini lebih kompleks tetapi memiliki peluang berkembang lebih besar karena memiliki modal yang lebih besar. Modal datang dari para pemegang saham dan kewajiban terbatas hanya sampai modal yang disetorkan. Saham dapat dijual/diperdagangkan di bursa efek untuk yang go-public. Manajemen perseroan diawasi oleh dewan komisaris atau badan sejenisnya yang biasanya mewakili pemegang saham. Investasi pemegang saham dilakukan dengan menyetor modal saham atau membeli saham.

 

F.      Faktor Penentu Keberhasilan

Setelah usaha kecil berjalan, wirausahawan harus berhati-hati terhadap faktor yang dapat mengagalkan usaha. Umur usaha yang lebih muda mempunyai kemungkinan gagal yang lebih tinggi. Kurangnya pengalaman, maupun manajemen yang tidak kompeten merupakan penyebab kegagalan bisnis.

 

G.    Memelihara Semangat Kewirausahaan

Jika usaha semakin besar, ada kecenderungan organisasi menjadi birokratis dan kurang kreatif. Untuk mendorong semangat kewirausahaan, perlu dikembangkan intrapreneurship, merupakan wiraswasta yang bekerja dalam suatu organisasi untuk mengembangkan produk atau jasa tertentu. Dalam hal ini diharapkan bisa melakukan suatu tugas dengan kreatif, yang berbeda dari organisasi lainnya.

 

 

Perkembangan jaman mendorong kita untuk melakukan inovasi. Pertama di mulai dengan revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan ditemukannya mesin untuk industri, kemudian yang kedua yaitu revolusi industri 2.0 ditandai dengan penemuan teknologi listrik untuk industri. Selanjutnya revolusi industri ketiga yang di awali dengan munculnya teknologi informasi dan elektronik yang masuk ke dalam dunia industri yaitu sistem otomatisasi berbasis komputer dan robot. Peralatan industri sudah tidak lagi dikendalikan oleh manusia, namun sudah dikendalikan oleh komputer atau lebih dikenal dengan istilah komputerisasi. Dan yang keempat saatnya memasuki revolusi industri 4.0 yaitu era yang ditandai dengan adanya konektivitas manusia, data, dan mesin dalam bentuk virtual atau dikenal dengan istilah cyber physical. Perkembangan revolusi industri membawa perubahan yang sangat cepat dengan tujuan mulia menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik. Pada era industri 4.0 ini ada pergeseran trend inovasi ke arah teknologi digital. Di era revolusi industri 4.0 memungkinkan otomatisasi di semua bidang untuk mencapai produktivitas yang efektif dan efisien.

 

 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lenan rumah tangga adalah  kain - kain yang diperlukan untuk melengkapi perabot rumah tangga.  Lenan rumah tangga ada  bermacam - macam, b...